Si Ibu Rumah Tangga yang Tangguh Hati dan Jiwanya.

Siapa bilang jadi Ibu itu pekerjaan yang mudah? Mau Ibu yang bekerja di kantoran maupun Ibu yang tidak bekerja di kantor alias ibu rumah tangga, mereka para Ibu-ibu ini layak untuk diapresiasi.

Bagaimana tidak, misalkan Ibu yang bekerja kantoran. Sudahlah ia dipusingkan dengan pekerjaan di kantornya, pulang ke rumah ternyata masih harus beberes rumah dan nemenin anak bermain. Padahal mungkin butuh istirahat juga karena habis menerjang macetnya kota demi bisa sampai rumah tepat waktu. Yaa walaupun aku bukan Ibu yang bekerja di kantoran, tapi mendengar cerita dari teman-temanku cukup membuat aku sedikit mengerti bagaimana perjuangan mereka antara membagi perhatian dengan pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor. Dan kita harus menghargai itu.

Aku pribadi merupakan Ibu rumah tangga dengan satu anak dan satu suami (yaiyyaalaa.. hehe). Saat ini sedang ” asyik” menemani suami diperantauan yang jarak tempuh menggunakan pesawat udara menuju bandara terdekat yaitu kurang lebih 18 jam perjalanan. Itu baru lamanya perjalanan di pesawat ya belum lagi naik kereta ke kota York nya dari stasiun Manchester yang membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan. Sudah tidak terhitung berapa jauhnya dari kampung halaman tercinta dan keluarga tersayang.

Menjadi seorang istri yang suami sedang melanjutkan sekolah S3 harus banyak stok sabar. Walaupun yang paling sabar dan suka menyabarkan ya si sang suami itu. Beliau memang membutuhkan banyak waktu untuk banyak bekerja di kampus, jadi gak jarang juga ditinggal berdua saja dengan anak perempuan kami, Malaika namanya.

Kalau di kampung sendiri saat suntuk, di rumah sedang kesepian bisa langsung mampir ke rumah keluarga terdekat. Jadi rasa sepi dan bosan bisa terobati dengan cepat. Kalau di perantauan harus sabar-sabar lalu, cari kesibukan buat anak bermain di rumah. Juga cari-cari kesibukan di luar rumah untuk Ibuk dan Malaika bersosialisasi diluar rumah.

Bermain dengan anak dan mencari ide permainan untuk anak di rumah juga gak mudah loh. Kadang capek juga setelah habis beberes rumah (yang mana kerjaannya gak pernah beres karena disambi-sambi dengan kegiatan rumah lainnya) lalu si Ibuk belum bisa rebahan untuk tiduran dulu karena, tiba-tiba anak bangun dari tidur siangnya, walhasil lanjut nemenin anak main deh, padahal punggung kok pegel ya rasanya pengen rebahan.

Mungkin kalau di list kerjaan Ibu tuh seharian di rumah gak selesai-selesai, bisa 1×24 jam full seminggu dan ditambah dengan minggu-minggu selanjutnya. Jangan tanya tentang Asisten Rumah Tangga ya, mungkin hanya para orang kaya raya di Inggris yang bisa menghired para ART. Karena biasanya mereka digaji perjam which is bakal mahal banget. Dan gak semua orang di Inggris dan bekerja di sini punya ART. Kadang suka bingung sama pemikiran orang yang menganggap kalau orang yang sudah kerja di luar negeri pasti kaya. Sebenernya mereka hidupnya juga gak mewah-mewah amat kok. Hidup pas-pasan saja. Pas buat makan, pas buat belanja, pas buat liburan (hehe just kidding). Intinya mereka itu juga banyak tanggungan pajak yang harus dibayar. Kalau dikalikan ke rupiah gaji mereka itu ya tentu saja hitungannya bakal dibilang “orang kaya” di Indonesia. Tapi untuk sewa rumah saja dan kebutuhan sehari-hari mungkin sudah habis setengah gaji mereka. Makanya aku punya teman orang British mikir-mikir kalau mau punya anak banyak, ongkosnya mahal katanya, hehe.

Lanjut cerita tentang peran seorang Ibu rumah tangga tadi ya. Kadang suka gemes sendiri kalau ada yang menyepelekan atau menyalah artikan peran dari seorang Ibu Rumah Tangga. Mereka dianggap “santai-santai” saja di rumah malah kadang dipandang sebelah mata. Astagfirullah. Padahal ia mengikhlaskan waktunya full untuk merawat anak dan suaminya karena mereka ingin turun tangan langsung dan merasa bertanggung jawab atas amanah yang telah diberikan Allah SWT kepada mereka.

Gak sedikit dari temenku yang punya list untuk menu-menu masakan sendiri di rumahnya, sampai dibuatkan kliping dan jadwal dari Senin sampai Seninnya lagi. Juga memikirkan ide-ide kegiatan bermain untuk anak-anaknya di rumah supaya anak-anak tidak cepat bosan dan jadi mudah kecanduan alat-alat elektronik (seperti gadget, hape, tv, video games dll) karena bosan di rumah. Kurang produktif dan bermanfaat apalagi coba kegiatan mereka? InShaaAllah berpahala pula.

Siapa bilang Ibu rumah tangga itu tidak pintar? Mereka paling pinter. Multitasking pula. Bisa mengerjakan pekerjaan rumah sembari mengurus anak dan suami. Mereka paling pinter membagi waktu kapan masak, kapan menyuci, kapan menyuapi anak, kapan main sama anak, dan seterusnya. Sampai-sampai waktu untuk Me Time nya saja jarang-jarang ada. Hati mereka memang baja!

Para ibu-ibu itu perlu juga disapa perasaanya. Kadang dengar kata-kata sentilan dari tetangga atau kerabat dekat saja sudah membuat hatinya gelisah. Makanya untuk yang ngomong aneh-aneh tentang ibu yang “bekerja” di rumah, coba sehari saja menggantikan peranan ibu-ibu itu apa sanggup?

Kalau kata temenku jeng Icha si konsultan parenting, Ibu-ibu yang seperti ini butuh diberi pertolongan. Kadang ada Ibu yang tega membunuh anaknya, tega memarahi anaknya dengan pukulan dan cubitas keras, segala macam yang namanya baby blues setelah melahirkan dan seterusnya. Setuju sekali mereka ini butuh pertolongan. Bukan malah disalahkan terus menerus tapi dicarikan solusi untuknya. Disapa hatinya, diajak bicara, dan diarahkan langkahnya.

Karena setiap manusia mempunyai peranannya masing-masing. Segala yang ia lakukan saat ini adalah hasil usaha yang telah ia lakukan sebelumnya. Pesan syekh Abid, Imam Masjid York, lihatlah teman-temanmu yang kurang beruntung yang berada “dibawah” sana maka, kamu akan banyak bersyukur akan hidup yang kamu jalani saat ini dan pandanglah teman-temanmu yang berada “diatas” sana agar mereka menjadi penyemangat kamu untuk terus berjuang meraih cita-citamu. Bukannya malah membuat kamu semakin iri ataupun berkecil hati.

Allah akan selalu bersama kita wahai para kaum Ibu-ibu yang mungkin saat ini sedang capek hati dan pikiran, kok anaknya susah banget disuruh makan.

Allah akan selalu bersama kita wahai para kaum Ibu-ibu yang mungkin saat ini sedang capek badan dan hatinya menghadapi anak yang sedang tidak mau patuh kepada orangtua.

Dan segala macam cobaan yang tengah dihadapi dan ada dipikiran para Ibu-ibu, semoga Allah membantu dan memberi petunjuk kepada kita. Semangat!!!!

IMG_7495
With my angel^^ thanks to Ayah for the photo^_^

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s