Tips Anak Makan Dengan Gembira dan Lahap Ala Bubu Malaika (Part 1)

Si kecil yang hari ini berusia 19 bulan makin hari makannya makin “pinter” deh, ini menurut saya ya.

Nah, mungkin “pinter” makannya seorang anak berbeda-beda bagi setiap orangtua. Ada yang menganggap makan beberapa sendok sehari sudah pinter, sudah Alhamdulillah mau makan, biasanya malah gak makan apa-apa dalam sehari. Ada lagi yang merasa bersyukur anaknya makan segala macam, tidak peduli apakah itu junkfood atau makanan yang berisi kandungan gula yang berlebihan, anak yang penting makan. Ada lagi “pinter” makan menurut orangtua yakni anak makan habis tanpa sisa. Dan seterusnya..

Namun bagi saya pribadi, makan “pinter” bagi anak adalah ia makan dengan bahagia, duduk di high chair nya, baca Basmallah, dan makan dengan lahap. Untuk masalah porsi, saya selalu berusaha untuk menakarnya dengan ukuran lambung Malaika, anak kami. Saya berusaha untuk tidak “memaksakannya” menghabiskan makanan di piringnya. Bagaimana bisa menghabiskan makanan? Kalau porsi yang kita berikan terlalu banyak. Bagaimana makananya bisa dihabiskan? Kita yang menyicipinya saja enggan untuk memakan makanan tersebut. Ya begitulah pandangan pribadi saya. Oleh karena itu, Malaika tidak pernah saya berikan “bubur jaman dulu” yang biasanya mengandung campuran bahan makanan yang sangat banyak.

Misalnya pada satu panci direbuslah yang namanya beras, hati ayam, bayam, kentang, jagung, ikan, dan seterusnya, kadang membaui nya saja kita tidak suka. Dibuat dalam porsi besar (biasanya untuk tiga kali makan), lalu anak biasanya dipaksa untuk menghabiskanya dengan berbagai cara. Kadang anak sudah kenyang tetap dipaksakan untuk menghabiskanya. Alhasil, anak lama-lama menjadi tidak enjoy untuk makan, lama kelamaan GTM (Gerakan Tutup Mulut) dehh.. alias gak mau makan. Kalau anak gak mau makan biasanya orangtua cenderung memberi makan anak “apa saja”, bisa jadi itu snack2 ringan yang kadar manis dan asin nya sangat tinggi. Hal ini biasanya sudah mereka terapkan kepada anak sejak masih berusia dini, akhirnya saat anak besar yang mereka mau makan hanya makanan yang manis-manis atau banyak mengandung bahan pengawet. Semoga saja itu bukan anak kita ya ibu-ibu.. amin.

Oiya mengenai bubur tadi, bukan berarti saya tidak pernah memberikan bubur kepada Malaika. Bisa saja bubur, tapi nama keren-nya “Porridge Oat with Banana”. Namanya saja sudah keren, rasanya juga keren donk, hehe. Isi kandunganya tetap bergizi kok. Walau isinya tidak sebanyak “bubur jaman dulu” yaaa… seperti oat, susu sapi, bubuk cinamon, irisan pisang. Hmmm yummy kita saja orang dewasa juga ikut suka memakannya.

Jadi makanan anak tadi selain enak juga bergizi. Untuk menambah rasas asin pada makanan, tidak melulu harus menambahkan garam, bisa saja kita ambil dari keju. Contoh lainya saat membuat spaghetti, tinggal tambahkan keju pada saus bolognese nya, rasanya pun juga sudah enak. Atau seperti rasa oat (gandum) yang rasanya getir ditambah dengan manisnya pisang juga sudah menjadikan sarapan anak kita enak. Roti gandum yang diberi peanut butter yang no added sugar dicapur madu juga sudah enak, apalagi ditambah parutan keju hmmm, enyaaak (kata Malaika).

Dan masih banyak resep Healthy foods lainya yang dapat kita peroleh dari buku maupun di search di google. Malah kita pun bisa ikut makan makanan yang dibuat untuk si bayi atau toddler karena sudahlah rasanya enak, isinya juga sehat. In Shaa Allah.

Makanan Bebas Gula dan Garam

Sampai Malaika berusia 16 bulan bisa dikatakan makananya bebas garam dan gula, begitulah strict nya saya dan suami demi kesehatan Malaika. Walau kadang jujur, akhir-akhir ini semenjak ia memasuki usia 1,5 tahun sesekali saya suka cheating memberikan makanan bergaram untuk Malaika. Namun untuk yang manis-manis sangat jarang sekali, seperti permen tidak pernah saya berikan.

Kalaupun terlanjur diberikan itu juga karena “kepepet” entah karena sedang travelling sehingga terpaksa memberi roti-rotian yang mungkin tinggi kandungan gula nya. Karena kalau ingin benar bersungguh-sungguh menerapkan makan bahagia-sehat-dan lahap terhadap anak sedari dini memang kita nya sebagai seorang ibu harus kreatif agar dalam sehari menu makanan anak selalu beragam. Diawal capek juga sih, tiap saat harus masak, tapi kembali ke niat awal kita tadi demi anak makan dengan gembira-lahap-dan sehat semuanya dijalani dan pada akhirnya “capek” nya akan terbalas dengan melihat anak bilang “hmmmm enyaakk..”.

Berikut saya lampirkan the recommended daily salt limit for babies and toddlers by the UK Department of Health yang saya baca dalam buku Baby Led Weaning Cookbook.

  • Child’s age: 6-12 months

Daily salt limit: 1g

Equivalent in sodium: 0,4g (400mg)

  • Child’s age: 1-2 year

Daily salt limit: 2g

Equivalent in sodium: 0,8g (800 gram)

Tips Anak Makan Gembira dan Lahab Ala Bubu Malaika

  • Menentukan Metode.

Mungkin sudah banyak dari Bunda dan Ayah sekalian yang tahu beberapa metode MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang didapat baik atas saran dokter ataupun saran teman. Seperti:

1. Spoon Fed yakni, metode makan bayi yang sudah ada sedari dulu, bayi makanya disuapi oleh pengasuhnya.

2. Baby Led Weaning (BLW) yang saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh ibu-ibu di Indonesia. Yaitu anak makan sendiri menggunakan tanganya dan biasanya makanan anak ditaruh di atas tray-nya (anak didudukan di high chair).

3. Metode kombinasi antara Spoon Fed dan BLW. Yakni menggabungkan kedua metode nomor satu dan dua.

Kalau saya pribadi saat Malaika berusia 6 bulan menggunakan metode kombinasi dan memasuki usia 7 bulan saya menggunakan pure metode BLW. Sebaiknya Bunda dan Ayah membaca secara seksama kembali masing-masing kebaikan dari metode tersebut sebelum anak mulai memasuki fase memakan solid food (makanan keras, selain ASI). Bagaimana langkahnya, apa kendala yang mungkin akan dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya. Pada akhirnya setelah memutuskan metode mana yang akan kita berikan kepada sang anak diharapkan ia akan makan dengan bahagia dan lahap.

Pada postingan selanjutnya Tips Anak Makan Dengan Gembira dan Lahap (Part 2), In Shaa Allah saya akan bercerita lebih lanjut mengenai langkah-langkah lainya setelah Metode MPASI dipilih. Simak terus yaaa ^_^

IMG_6883
Salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk dimiliki Ayah dan Bunda dalam memulai proses Mpasi
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s