Tips Buat Ibu Menyusui (Breastfeeding Mom) agar Anak dapat Tertidur Lelap Sepanjang Malam, Part 2

Pada postingan saya sebelumnya seperti masih sebuah ‘introduction‘ mengapa saya membuat tulisan ini. Semata-mata ingin membagi ilmu dan pengalaman untuk teman-teman Ibu-ibu di luar sana yang sedang struggling membuat anaknya untuk dapat tertidur pulas sepanjang malam. Pada dasarnya tulisan ini ditujukan bagi:

  1. Para ibu yang suffering (menderita) karena jadwal tidurnya terganggu di malam hari, karena anak yang tiap saat kadang tidak terhitung berapa kalinya bangun malam mencari-cari ASI (Air Susu Ibu), lalu si anak baru dapat tertidur kembali setelah diberi ‘yang ia minta’, dan begitu terus urutanya sampai akhirnya benar-benar terbangun keesokan harinya. Akhirnya sang Ibu banyak mengeluh. Ia bangun dalam keadaan badan sakit. Biasanya ini karena posisi tidur yang tidak nyaman harus miring pada bagian kanan saja atau kiri saja sepanjang malam. Terkadang badan juga sakit saat bangun tidur karena, ketindihan anak yang tertidur setelah disusui dan ia tidak mau beranjak dari posisi tersebut. Lalu besok pagi sang Ibu terbangun masih dalam keadaan mengantuk karena banyak terjaga malam harinya. Kalau sudah begini bisa mengganggu mood seharian nih..
  2. Alasan lainya penerapan metode ini yaitu keinginan orangtua untuk mendisiplinkan anak tidur pada waktunya dan itu ia lakukan dengan sendirinya, tanpa perlu bantuan apa-apa lagi. Apakah itu bantuan ASI, digoyang-goyang sampai tertidur, dan lainya. Sehingga hasil akhirnya bayi dapat settled tidur pulas sepanjang malam.

Apabila itu Anda? Yuk simak ulasan di bawah. Semoga dapat diambil pembelajaranya.

Percaya atau tidak dengan metode ini kita seperti men-setting otak bayi untuk lebih disiplin dan mandiri. Dalam hal ini maksudnya disiplin dapat tidur malam pada waktunya dan mandiri karena proses sebelum anak benar-benar tertidur adalah bukan dengan bantuan ASI (Air Susu Ibu), melainkan karena kemauanya sendiri untuk dapat tertidur pulas sampai paginya. Sang bayi bisa kita arahkan pola tidurnya asalkan kita mau sedikit ‘tega’ membiarkan anak menangis untuk waktu yang tidak cukup sebentar. Ekstrim? Tergantung. Tergantung pada mindset kita. Ingat kembali tujuan kita diawal bahwa kita melakukan ini semata-mata untuk kebaikan si anak pada masa yang akan datang.

* Realita Penerapan Metode ini.

Realita yang akan terjadi pada anak yang akan kita terapkan metode ‘tidur disiplin dan mandiri ini’ yaitu: Bayi akan menangis, bahkan tangisanya sampai menjerit-jerit keras. Kalau Anda tidak banyak stok sabar mungkin memang tidak cocok dengan metode ini, disebabkan karena faktor Bunda yang kasian melihat anaknya menangis. Bukanya saya tidak kasian melihat anak sendiri menangis tapi, kita melihat bagaimana kebaikan-kebaikanya pada masa yang datang. Anak tidurnya disiplin dan berkualitas, nilai tambah lainya sang Ibu dapat banyak waktu “me time” tanpa perlu ikut menemani anak tidur, sambil anak terus diempengi dengan ASI, sedangkan sang Ibu kadang sudah kebelet ingin ke Toilet atau melakukan hal lainya. Semua ini terpaksa harus ditunda karena “empengan” anak tidak bisa dilepas dan kalau dilepas anak akan terbangun lalu menangis lagi. Inilah yang dulu saya alami.

* Teori yang Ada.

Menurut teorinya, semenjak hari pertama metode ini kita terapkan, paling lama waktunya untuk anak bisa settled tidur sendiri dan pulas sampai pagi yaitu dua minggu. Sepanjang waktu itu ia akan menangis saat metode ini kita terapkan kepada anak. Apakah menurut Bunda ini waktu yang lama? Tentu saja. Namun, percayalah ini hanya teori. Dan tentu akan berbeda-beda pada tiap bayi. Bersyukurnya saya, Malaika (15 bulan) hanya butuh waktu dua hari saja untuk saya harus ‘pasang kacamata kuda’ dan teguhkan hati, pada saat melihat Malaika menangis-nangis (kadang menangis histeris) minta apa yang ia inginkan yaitu ASI. ASI digunakanya sebagai ‘senjata’ untuk ia dapat tertidur dengan nyenyak. Malam terbangun pun menangis kembali mencari ASI. Alhamdulillah hari ketiga dan hari-hari selanjutnya, baik itu tidur siang maupun tidur malam, ia kini dapat disiplin tidur pada waktunya dan mandiri terlelap sendiri sampai pagi hari.

* Kebiasaan Metode Tidur Bayi Disiplin dan Mandiri yang Diterapkan Oleh Para Ibu di Inggris.

Setiap bertemu dengan Ibu-ibu disini salah satu yang mereka tanyakan yakni: “Bagaimana cara anak kamu bisa tertidur? Apakah ia tertidur disaat kamu susui?”. Saya jawab: “Ya, Malaika baru bisa tertidur dengan cara disusui sampai ia akirnya tertidur”. “Bagaimana pada malam harinya? Apakah ia terbangun dan mencari ASI lalu bisa tertidur kembali setelah kamu beri yang ia inginkan?”

Saya jawab: “Ya.” Lalu, “Wah kamu Ibu yang kuat, usahamu keras sekali untuk itu”. Dan pertanyaan yang sama juga diajukan oleh Midwife dan Health Visitor pada kunjunganya ke rumah kami beberapa waktu lalu.

Setiap sebulan sekali, saat anak yang lahir Inggris, biasanya si Ibu akan menerima email dari NHS (National Health Service) mengenai informasi-informasi seputar perkembangan anak, Bagaimana milestones anak pada usia tersebut yang umumnya terjadi, apa yang bisa dilakukan untuk menstimulasinya, juga sampai ke hal penting lainnya seperti pengaturan pola tidur pada anak. Tidak hanya informasi terkait anak, ada juga info tambahan lainya yang tidak kalah penting ditujukan untuk si Ibu. Seperti bagaimana menghadapi baby blues setelah habis melahirkan, bagaimana tips sukses menjadi seorang working mom dan seterusnya.

Pada akhirnya dari berbagai informasi yang sangat mudah didapat tersebut para Ibu-ibu disini terbiasa mendapat solusi dan saran-saran seputar masalah parenting yang dihadapinya saat itu. Salah satunya pola tidur yang telah saya sebutkan diatas. Ibu-ibu disini sudah terbiasa menerapkan disiplin waktu dan mandiri tidur sendiri sedari anak mungkin baru berumur beberapa bulan (dibawah 12 bulan). Mereka membiasakan anak tidur di cot-nya walaupun berada di dalam satu kamar dengan orangtuanya tapi, bayinya tidur pada tempat tidurnya sendiri (cot: dulu biasa kita sebut box bayi). Ada juga anak yang masih bayi ditidurkan terpisah kamar dengan orangtuanya. Jadi si anak tidur di cot yang diletakan disebelah kamar orangtuanya. Hal yang cukup jarang kita dengar terjadi di Indonesia.

Dari berbagai sumber cerita teman-teman yang berhasil menidurkan anaknya dengan metode disiplin dan mandiri inilah saya mendapat semangat dan inspirasi untuk melakukan hal yang sama. Namun case-nya disini adalah Malaika tidur bersama Ayah dan Ibu dikasur yang sama. Tadinya saya berpikir akan lebih sulit lagi untuk penerapan metode tidur disiplin dan mandiri ini. Saat tidur biasanya si anak akan berada lebih dekat posisi badanya dengan si ibu agar memudahkan dalam proses menyusui. Untuk itu yang mungkin terjadi bila metode ini diterapkan si bayi menarik-narik baju Ibunya sembari menangis untuk segera diberi ASI pada malam harinya. Yang biasa terjadi supaya anak tidak menangis lagi dan segera tertidur, karena Ibu juga sudah lelah bangun berkali-kali, kita langsung memberi apa yang mereka minta. Sehingga menjadi ketergantungan bagi si anak untuk dapat tertidur kembali dengan bantuan ASI.

* Pertanyaan penting dari Health Visitor.

Bila Bunda membaca postingan saya yang pertama, Tips Buat Ibu Menyusui (Breastfeeding Mom) agar Anak dapat Tertidur Lelap Sepanjang Malam (Part 1), ada pertanyaan-pertanyaan yang saya tanyakan kepada Health Visitor apakah ada dampak terhadap produksi ASI saya nantinya bila malam hari saya tidak menyusui anak saya. Jawabanya:

  1. Apabila bayi Anda tetap disusui ASI pada siang harinya, tentunya ASI Anda akan terus berproduksi.
  2. Lalu ia balik memberi saya pertanyaan seperti berikut: Apabila anda perhatikan dengan seksama pola bangun tengah malam bayi Anda. Apakah sampai empat kali (terkadang lebih) anak Anda terjaga dalam semalam? Berapa lama waktu yang dibutuhkan bayi Anda untuk kembali tertidur setelah Anda susui pada tengah malam? Jangan-jangan tidak sampai 5 menit? Bila iya, maka dapat dikatakan sebenernya bayi Anda tidaklah haus. Hanya terbangun lalu mencari ASI untuk kembali membuat ia nyaman tidur. ASI dijadikan ‘senjata’ untuk ia kembali tertidur. Karena selama ini otaknya sudah terbiasa di-setting seperti itu. Padahal sebenernya hal tersebut dapat kita ‘perbaiki’. (Ingat kembali pada postingan part 1 bahwa pola tidur manusia menurut penelitian, pada malam hari bisa terbangun hingga empat kali. Pada orang dewasa apabila ia terbangun maka, biasanya ia mampu membuat dirinya sendiri tertidur, hal ini juga dapat kita terapkan pada anak bayi).

Baiklah Bunda setelah mengetahui beberapa realita diatas, menjawab pertanyaan yang diajukan Health Visitor, dan telah meneguhkan hati, bismillah mari langsung praktekkan metode mendisiplinkan dan memandirikan pola tidur anak bayi atau toodler dengan mengikuti langkah-langkah atau tips di bawah ini.

* Tips

Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk memulai Metode Mendisiplinkan dan Memandirikan Bayi/Toodler Agar Dapat Tidur Lelap Sepanjang Malam:

  1. Langkah awal, mulai bicarakan dengan anak kalau nanti malam saat tidur sudah harus bisa tidur sendiri karena, ia sudah besar sekarang. Pada saat waktu tidurnya tiba gunakan kata-kata seperti ‘menghipnotis’ anak: “Ayo Nak tidur. Sudah malam ini waktunya tidur. Malaika sudah mengantuk itu. Malaika sudah Capek. Tidur ya. Tidurnya sendiri ya. Gak sambil mimik ya. Mimiknya besok pagi begitu bangun ya.” Begitu terus diulang-ulang.
  2. Beri ASI kepada bayi/toodler sebelum waktu mereka tidur. Ajak anak berbicara untuk menunda ia tidur selama proses menyusui. Perkirakan apabila anak sudah kenyang dan terlihat matanya sudah mau tertutup segera lepaskan ASI lalu arahkan anak untuk tidur ditempatnya. Biasakan ditempat yang sama sehingga anak mengerti saat Ibu nya menepuk-nepuk bagian kasur yang dimaksud itu artinya saatnya untuk tidur.
  3. Apabila anak sudah di atas kasur tetapi masih belum juga tertidur karena menangis “empenganya” dilepas, coba usap-usap punggungnya dan jangan lupa katakan ‘kata-kata hipnotis’ pada poin pertama.
  4. Kondisikan ruangan kamar gelap tanpa ada suara-suara gaduh. Bisa juga hidupkan lantunan ayat suci Alquran atau mungkin ada yang prefer menghidupkan lullaby song.
  5. Apabila anak masih belum mau naik ke tempat tidurnya, coba gunakan kata-kata seperti: “Malaika mau tidur sekarang atau 5 menit lagi?” Kalau sudah 5 menit jangan beri excuse anak lagi, segera arahkan ia ke tempat tidur. Atau Bisa juga dengan perkataan: “Oke Ibu bacakan cerita tapi setelah satu buku ini langsung tidur ya Nak…” Ingat jangan beri excuse lagi bila sudah waktunya tidur.
  6. Apabila hari ini tidur malamnya jam 8 maka usahakan setiap harinya dilakukan dijam yang sama. Biasanya kalau sehari saja lewat dari jadwal rutinnya, maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan ke jadwal tidur yang semestinya.
  7. Lakukan kegiatan rutin sebelum tidur seperti bersih-bersih, gosok gigi, berdo’a sebelum tidur dan membaca buku cerita atau kegiatan yang menurut Anda cocok lainya untuk penunjang tidur anak. Selama proses itu, ingatkan anak bahwa kegiatan ini dilakukan sebelum tidur. Keuntungan lainya dapat menjadikan sebuah kebiasaan baik bagi anak di masa yang akan datang yang diharapkan akan terus ia ingat dan terapkan. Lakukan rutin setiap harinya. Sehingga anak akan mengerti kalau setelah baca cerita berarti waktunya untuk tidur. Ingat Anak suka sesuatu yang rutin. Mereka butuh itu.
  8. Jangan beri stimulasi apa-apa lagi apabila sudah masuk waktu untuk tidur. Misalkan anda menghidupkan musik dengan ritme kencang atau berbicara dan bernyanyi yang membuat anak kembali semangat beraktifitas.
  9. Jangan lupa lakukan semuanya itu dengan hati tenang dan perkataan yang lembut kepada anak. In Shaa Allah dengan kata-kata yang lemah lembut anak akan mengerti.
  10. Jangan mengumbar janji kepada si anak. Misalkan sebelum tidur Anda berkata: “Besok pagi begitu Malaika bangun Ibu susu-kan ya, sekarang tidur dulu.” Dan tapatilah janji tersebut.
  11. Dukungan suami dan orang yang berada satu rumah dengan kita. Seperti misalnya orangtua tinggal serumah dengan kita maka, berilah mereka pengertian. Karena anak diawal akan menangis histeris tidak diberikan apa yang diminta, bisa jadi hal ini menjadi gaduh atau kasian oleh Neneknya. Beri pengertian bahwa yang kita lakukan untuk kebaikan cucunya.
  12. Saat anak menangis usahakan untuk jangan langsung digendong, tunggu lima menit dulu baru diajak lagi bicara dengan lembut dan ditepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Apabila anak menangis kita langsung menggendongnya maka, tangisanya akan selalu menjadi senjata untuk setiap kali menginginkan sesuatu. Hal ini dapat kita lakukan baik saat sebelum anak tertidur maupun saat anak terbangun tengah malam.
  13. Siapkan segelas air kalau tengah malam anak terjaga dan haus.
  14. Untuk first trial disarankan oleh Health Visitor dilakukan pada saat Nap Time (tidur siang). Apabila sudah terlatih pada siang harinya, In Shaa Allah penerapan pada malam hari lebih mudah.
  15. Banyak sharing pengalaman dan dengarkan kisah inspiratif dari teman-teman yang telah berhasil mendisiplinkan pola tidur anak hingga bisa tidur nyenyak sepanjang malam.

Selamat Mencoba tips-tips diatas. In Shaa Allah Anda bisa!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s