Tips Buat Ibu Menyusui (Breastfeeding Mom) agar Anak dapat Tertidur Lelap Sepanjang Malam, Part 1

Semenjak memiliki bayi yang saat ini berumur hampir 16 bulan, sebagai seorang Ibu baru, saya berusaha banyak belajar dari Membaca, Melakukan ‘eksperimen’, dan datang ke tempat penyuluhan untuk menimba ilmu seputar parenting. Beruntungnya tinggal di Inggris, membuat saya Alhamdulillah dengan mudah mendapat informasi seputar hal tersebut. Karena disini anak-anak dibawah umur empat tahun (koreksi saya bila salah) selama jangka waktu tertentu akan dikunjungi ke rumah oleh seorang Health Visitor atau petugas kesehatan setempat. Mereka akan mengunjungi rumah sang anak untuk melakukan pengecekan mengenai berbagai hal.

Terakhir Malaika, anak kami dikunjungi oleh seorang Health Visitor saat ia berumur satu tahun. Saat itu kami banyak mendapatkan masukan-masukan seputar perkembangan Malaika. Selain diberi solusi, kami juga harus menjawab beberapa pertanyaan seputar kesehatan anak. Seperti misalnya:

  1. Bagaimana pola makan anak: apa saja yang dikonsumsinya, apakah sudah diberi cukup asupan nutrisi dan gizi nya, seperti vitamin, diary product (susu, keju, dan seterusnya). Bagaimana porsi makanan anak apakah sudah mulai pemberian Family Food-nya (ikut makan apa yg dikonsumsi oleh orang dirumahnya, bukan makan makanan cair lagi) cukup 3x waktu meal time nya dan 2x snack sehari2nya.
  2. Bagaimana keadaan rumah, apakah safety untuk sang anak. Misal pertanyaan apakah memiliki ‘pagar pembatas’ agar anak yang sudah pandai merangkak atau bisa berjalan tidak mudah mencapai tempat yang berbahaya, contoh tangga.
  3. Apakah anak memiliki buku-buku untuk dibacakan dan beberapa sensory play lainya. Mengenai buku sangat menjadi concern bagi mereka. Karena banyak kebaikan didalamnya selain pengenalan bahasa sedini mungkin, merupakan alat untuk sensory bagi tanganya, dengan hanya “bisa” membolak balikan buku sudah merupakan milestones yg baik bagi sang bayi.
  4. Apakah anak sudah diajak belajar untuk menyikat gigi sendiri? Sebanyak 2 x sehari misalkan setelah sarapan dan sebelum tidur. Diajak dan dicontohkan cara menggosok gigi.  Dibuat se-fun mungkin kegiatan menyikat giginya sehingga anak tertarik untuk meniru.
  5. Jadwal imunisasi.
  6. Berat dan tinggi badan bayi. Lalu diukur dan dimasukan ke dalam tabel pada Buku Merah yg masing2 harus dimiliki anak yg lahir di U.K. sebagai bentuk track record kesehatan anak semenjak ia baru lahir (ada halaman grafik untuk hal ini).
  7. Sampailah kepada hal yg membuat kami “tersentak” yaitu Pola tidur dan bangun anak disaat malam harinya. Berapa kali bangun dalam semalam? Apakah anak baru bisa tidur dengan bantuan ASI (Air Susu Ibu)?

Mengapa saya cukup kaget disini? Menurut pengamatan saya, selama ini melihat “kebiasan” yang ada di negara kita sendiri, yang mana bagi breastfeeding Mom alias Ibu menyusui dan anaknya ASI eksklusif, sudah hal biasa apabila malam anak terbangun dan terkadang bisa sampai enam kali selama bed time-nya, lalu setiap anak terbangun si ibu langsung memberi ASI kepada anak agar ia bisa cepat-cepat tertidur pulas kembali.

Ternyata ada suatu hal yg berbeda dengan “kebiasaan” breastfeeding Mom di Indonesia yang saya ketahui. Bahwa ada hal yang semestinya sudah ‘dibiasakan’ kepada anak semenjak ia masih bayi yaitu: anak sudah dapat tertidur sendiri (mandiri) dan disiplin waktunya rutin setiap harinya. Baik itua untuk Nap Time (tidur siang) dan Bed Time (tidur malam harinya) tanpa bergantung kepada ASI (Air Susu Ibu) dan kebiasaan tertentu misalkan anak baru dapat tertidur setelah digoyang-goyang dengan menggunakan push chair (kereta dorong). Apabila ia terbangun kembali pada malam harinya si Ibu melakukan hal yang serupa sampai anak kembali tertidur dan begitu seterusnya berulang-ulang tiap hari.

Pikir saya mengenai metode disiplin anak tidur tepat waktu dan mandiri tidur sendiri, memangnya bisa? Kan mereka masi sangat kecil? Lalu saat itu saya katakan isi hati dan tanyakan kepada si Health Visitor bahwa, saya ingin menyusui Malaika hingga dua tahun lamanya. Apakah tidak berpengaruh sama sekali dengan produksi ASI itu sendiri bila malam hari anak tidak disusui sama sekali? Apakah ia tidak akan kehausan bila bangun malam harinya tidak diberi ASI?

Dan jawaban dari beliau: “Pada penelitianya, manusia pada malam hari bisa terbangun sampai empat kali dan sebagai manusia dewasa, kita bisa membuat diri kita langsung tertidur dengan sendirinya. Apakah hal tersebut juga bisa dilakukan oleh bayi? Jawabanya bisa. Dengan sedari dini mengajarkan dan menerapkan pola disiplin tidur tepat waktu dan mandiri dapat tidur sendiri tanpa perlu ‘bantuan’, bahwa otak bayi akan menangkap hal tersebut dan secara otomatis anak benar-benar akan bisa “tidur dengan sendirinya”.

Mustahil pikirku. Tapi Alhamdulillah ternyata tidak ada yg tidak mungkin asal si Ibu, si anak, dan orang yang berada di rumah mau sabar dan konsisten melakukan ‘treatment‘ khusus yang akan kita bahas sebentar lagi. Karena saat ini Malaika yg akan berusia 16 bulan, sudah bisa naik ke tempat tidurnya sendiri lalu, tertidur pulas dengan sendirinya, walau masih merupakan anak ASI.

Yang pasti usia berapanya bisa tidur sendiri ini masing-masing anak berbeda-beda. Tergantung seberapa kuat dan sabar si Ibu dan anak dalam mencoba. Dalam hal ini bukanya kita disuruh untuk Menyapih anak sedini mungkin. Karena saya bertekad ingin menyusui Malaika In Shaa Allah sampai dua tahun. Malaika tetap saya beri ASI disepanjang harinya sebagaimana permintaanya. Asal dengan kondisi ‘tidak tertidur’ disaat sedang disusukan. Namun bisa tidur pulas dengan sendirinya.

Bagaimana caranya? Akan saya bahas dipostingan selanjutnya. In Sha Allah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s