Nikmatnya Berpuasa dan Berlebaran di Kota York, Inggris

Alhamdulillah Allah masih berikan kita kenikmatan merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa di Bulan Ramadhan. Tahun ini kami sekeluarga diberi kesempatan oleh Allah menikmati pengalaman berpuasa di York. Di sini kami berpuasa mulai dari jam tiga pagi (adzan Subuh) hingga berbuka pada pukul 21.44 malam. Kurang lebih kami menahan lapar dan haus sekitar 18 jam 44 menit. Ramadhan tahun ini bertepatan dengan puncaknya musim panas di Inggris menjadikan siang lebih lama daripada malam harinya. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Mengapa? karena biasanya sedari kecil kami terbiasa berpuasa di Indonesia sekitar 13-14 jam sekarang ada ”bonus” tambahan empat-lima jam.

Tahun ini karena saya masih memberikan ASI kepada Malaika, membuat saya tidak bisa puasa full selama sebulan. Saya hanya mampu melaksanakan puasa Ramadhan setengah bulanya saja. Walaupun tidak penuh, namun cukup menikmati bagaimana rasanya sahabat-sahabat kita di luar sana yang kekurangan makanan atau tidak makan sama sekali mungkin dalam sehari. Sungguh berat ternyata. Hikmahnya terasa saat berbuka puasa. Merasakan air putih hangat mulai menyentuh mulut lalu ke tenggorokan.. Subhanallah Allah terasa begitu dekat… nikmat..

Disini shalat Isya mulai jam 11 lewat sedangkan jamaahnya mulai 10 menit setelahnya dan shalat tarawih pun baru mulai jam 12 malam, hanya orang-orang yang diberi ”keistimewaan” oleh Allah yang sanggup setiap harinya shalat di Masjid menerjang gelapnya malam, rasa dingin, dan tentu saja rasa kantuk yang luar biasa. Akhirnya Ibu satu anak ini menikmati shalatnya cukup di rumah saja. Salah satu yang membedakan nikmatnya Ramadhan di kampung sendiri yang jarak antara rumah dengan Masjid biasanya bisa ditempuh dengan jalan kaki lima sampai sepuluh menit saja.

Sedikit Tips Untuk Busui yang Ingin Menjalankan Ibadah Puasa.

Awalnya saya sempat berpikiran untuk sama sekali tidak berpuasa pada Ramadhan kemarin berhubung Malaika masih minum ASI. Namun setelah konsultasi dengan suami, baca-baca artikel mengenai tips untuk busui yang ingin ikut berpuasa Ramadhan dan bertanya kepada Ustadz Kieren akhirnya saya putuskan untuk berpuasa juga dikala saya sanggup melakukanya. Menurut beliau karena Malaika sudah Mpasi sepertinya ada kemungkinan kalau saya berpuasa, tidak bermasalah bagi si kecil Malaika asupan gizi Malaika.

Mungkin paling tepatnya yang paling terpenting adalah ”tekad” yang kuat dan mohon perlindungan oleh Allah SWT agar puasa hari itu saya sanggup menjalaninya. Karena bisa dibayangkan berapa lama saya harus tidak makan dan minum, sedangkan Malaika tetap minum ASI dari saya. Hanya Allah lah yang membantu saat itu. Banyak yang bilang nanti stok ASI nya berkurang, tapi saya coba berpositif thinking dan tentu saja usahanya dengan mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi saat berbuka dan sahur.

Waktu sahur adalah salah satu moment penting tidak boleh sampai saya lewatkan. Bagi saya seorang Ibu Menyusui yang akan berpuasa, waktu sahur adalah ”tiang” nya pada hari itu. Jadi sebisa mungkin saya mengkonsumsi makanan yang dapat membuat kenyang lebih lama seperti roti gandum, protein, sayuran, buah-buahan, air putih yang cukup dan segelas susu kurma yang selalu saya minum pada waktu sahur dan berbuka. Di artikel yang saya baca susu kurma sangatlah baik untuk menjaga kualitas ASI serta membuat ASI tetap banyak. Dan Alhamdulillah sayapun membuktikan kebenaranya. Wallahua’lam.

Moment berbuka puasa saatnya saya mengkonsumsi sepiring buah salad dan sayuran sebagai makanan pembuka, tidak lupa susu kurma dan air putih secukupnya. Setelah shalat barulah dilanjutkan dengan makan besarnya. Dengan begitu puasa hari itu terasa nikmatnya.. bagi saya bulan Ramadhan baru terasa kalau kita ikut berpuasa didalamnya, inilah alasan kuat mengapa saya sempatkan berpuasa (jika sanggup) pada hari itu

Merayakan Hari Nan Fitri 1437 H.

Hari Raya Idhul Fitri pun terlaksana dengan khidmat. Kami para kaum muslim menghadiri shalat Ied di York Mosque daerah Bull Lane, sekitar 35 menit kalau berjalan kaki dari rumah kami di daerah McHugh Court. Suasana kekeluargaan pun terasa di dalamnya. Semua Muslim dari seluruh penjuru dunia yang sedang berdomisili di York berkumpul di sana.

Biasanya kalau di Indonesia kumandang takbir sudah bisa terdengar dari kejauhan., berbeda dengan di York. Kalau di sini speaker Masjid cukup untuk terdengar di dalam ruangan masjid saja, maklum lokasi masjid York dikelilingi oleh perumahan penduduk yang juga dihuni oleh penduduk asli sini, jadi tidak boleh menimbulkan suara-suara di sekelilingnya.

Syukurnya Masjid kami di sini telah selesai dibangun jadi, space untuk jamaah ikhwan maupun akhwat cukup menampung kami semua di dalamnya. Di masjid yang baru, ruangan akhwat dengan ikhwan dibatasi dengan tembok, jadi dari ruangan akhwat kami hanya mendengar suara Imam dari speaker yang tersedia. Dulu sebelum Masjid York selesai dibangun, masing-masing ruangan untuk ikhwan dan akhwat sangatlah kecil. Hanya mampu sedikit saja menampung jamaah yang akan mengikuti shalat Ied pada hari itu. Seperti lebaran Idhul Adha tahun 2015 lalu, pelaksanaan shalat terpaksa dibagi tiga waktu agar semua umat Muslim bisa ikut shalat di dalam Masjid. Kini cukup sekali waktu saja. Tepat pukul 9.30 pagi kami melangsungkan shalat Idhul Fitri.

Sama halnya dengan di Indonesia, sebelum shalat Sang Imam memberitahukan terlebih dahulu bagaimana tata cara pelaksanaan shalat Idhul Fitri, seperti pada rakaat pertama terdari dari tujuh kali takbir dan rakaat kedua lima kali takbir, lalu masing-masing rakaatnya, setelah takbir, dilanjutkan dengan bacaan Alfatihah dan ayat pendek yang dibacakan oleh Sang Imam. Hari itu Sang Imam Masjid membacakan Surat Al A’la dan Surat Al Ghosiyah. Sungguh terdengar syahdu. Setelah selesai pelaksanaan Shalat Ied, Imam melanjutkan dengan pembacaan khutbah dengan menggunakan Bahasa Inggris. Selesai khutbah kami saling mengucapkan salam dan selamat hari raya kepada teman-teman sesama Muslim. Eid Mubarak…

IMG_2964
Main Entrance of York Mosque
IMG_2966
Suasana di Dalam Masjid Waktu Belum Dipenuhi Para Jamaah

 

IMG_2985
Selamat Lebaran 1437 H dari keluarga kecil kami di York^^

Tradisi Lebaran di kota York.

Ada hal menarik yang juga sedikit berbeda di Indonesia. Biasanya orang dewasa memberi THR atau ”angpao” kepada anak-kecil berupa sejumlah uang. Namun berbeda dengan di York, Malaika kecil dan teman-teman sebayanya diberi ”angpao” berisikan coklat dan permen. Beberapa orang Ibu-ibu membagikan angpao berisakan makanan ini setelah shalat Ied selesai terlaksana. Ada juga kemarin sore yang memencet bel rumah kami ternyata ada seorang Ibu dan anaknya membagikan ”angpao” berisikan makanan kepada para tetangga. Karena Malaika belum boleh memakan yang manis-manis, cukup Ibuknya saja yang menghabiskan, hehe..

IMG_3017
Penampakan sebagian dari ‘angpao’ Malaika
IMG_3002
Habis Shalat Ied Malaika photo dulu sama kakak2 cantik dari Egypt

Kebiasaan mahasiswa Indonesia yang tidak pulang mudik lebaran ke kampungnya yaitu mengadakan acara gathering di salah satu rumah mahasiswa Indonesia. Alhamdulillah kemarin kami berkumpul di Rumah Mbak Ratih dan Bang Andi yang berlokasi cukup dekat dari York Mosque sekitar 5-10 menit ditempuh dengan berjalan kaki. Biasanya masing-masing kami dan Tuan Rumah akan menyiapkan makanan yang enak-enak untuk dinikmati bersama. Kemarin ada yang membawa Siomay, opor ayam, gulai ayam, tongseng, cumi asam manis, maccaroni, aneka salad, aneka buah, aneka minuman juga jus, es teller, kue kering, segala jenis cemilan dan cake..

Suasana kekeluargaan begitu terasa, kerinduan dengan kampung halaman serta berlebaran dengan keluarga sedikit banyaknya terobati dengan kehadiran teman-teman Indonesia di sini apalagi suasana lebaran juga terasa dengan makanan-makanan khas Nusantara. Setelah bersalam-salaman satu sama lainya, sedikit poto-poto, akhirnya acara berlanjut makan-makan dan berbincang hangat dengan teman-teman lainya. Yang membawa anak-anak pun dapat bermain dengan teman-teman sebayanya. Malaika kecil walau masih bayi namun sepertinya juga menikmati syahdunya hari yang Fitri ini. Dibawa ke tempat shalat maupun ke rumah Bu’ De Ratihnya pun ia senang-senang saja tidak rewel maupun menangis sama sekali. Alhamdulillah.. Kelak Malaika besar, musti banyak bersyukur karena sewaktu ia kecil diizinkan oleh Allah untuk menikmati bagaimana berlebaran di Negeri yang jauh dari keluarga besar di kampungnya.

IMG_2976
Aneka Masakan Penggugah Selera dan Semuanya Maknyusss

 

IMG_2982
Hidangan ‘Pencuci Mulut’

 

IMG_2981
Menikmati Manisnya Es Teller

 

IMG_3038
Merayakan Hari Raya Idhul Fitri 1437 H bersama teman-teman dari PPI York (belum formasi lengkap ini) ^^
Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s