First Travelling With Baby; London Here We Come!

Peraturan terbaru dari pemerintahan Inggris, semenjak 16 April 2015, bahwa bayi yang baru lahir harus memiliki Pasport, Visa, dan Health Insurance pada usia mereka tiga bulan. Jadilah pada tanggal 16 Desember 2015, waktu itu tepat ulang bulan Malaika yang kedua, kami pergi ke London, ke kedutaan Indonesia disana. And this is our first travelling with baby!

Hal pertama yang harus kami lakukan yaitu membuat pasport Malaika di KBRI London. Dengan menggunakan kereta yang berangkat dari York Station kami menuju Stasiun King’s Cross, pengalaman yang pertama juga bagiku. Seperti mimpi bisa pergi ke London bersama suami dan bayi kami tercinta.

Bagi Ayah dan Bunda yang memiliki bayi baru berumur dua bulan pasti terbayang bagaimana “rempong”nya membawa bayi untuk travelling. Segala persiapan mulai dari baju  yang akan dipakai selama disana seperti baju sehari-hari yang akan dipakai, baju tidur, peralatan “perang” musim dingin seperti jaket, topi, sarung tangan, tidak lupa kami bawa. Karena judulnya bakal jadi backpacker dan selama disana empat hari tiga malam, plus naik kereta api, tugasku yakni harus meminimalisir bawaan agar tidak terlalu banyak karena, aku dan suami juga yang akan repot disana nantinya kalau kami terlalu banyak membawa barang-barang. Walhasil dua buah tas ransel cukup berisakan bajuku, suami, dan si kecil Malaika. Tentu saja barang bayi kami 3:1 alias kebutuhan untuk Malaika lebih banyak!

Teringat pesan dari Uwa Didien, sahabat kami yang juga mengambil Ph.D disini, bahwa yang paling penting travelling with baby itu adalah si Ibu dan si Ayah sebisa mungkin santai dan rileks. Ya Happy Mommy Happy Baby bukan hanya slogan semata. Kalau Ibu nya gelisah otomatis bayi bakal ikutan merasakan dan ia akan rewel juga. Karena kami lumayan lama disana jadi segala sesuatu tidak perlu dikerjakan dengan tergesa-gesa atau terburu-buru, berangkat tidak perlu terlalu pagi, pulang pun kalau bisa jangan terlalu malam, karena kami bawa baby umur dua bulan!

Persiapan ke London sangat kami pikirkan matang-matang, lagi-lagi karena kami pergi dengan baby yang masih ASI eksklusif. London merupakan kota yang hectic, padat penduduk, sangat berbeda jauh dengan York yang penduduknya masih sedikit dan kiri kanan masih asri dengan pepohonan, sedangkan London kota dengan gedung-gedung tinggi, juga penduduknya yang menurut saya tidak “seramah” dengan masyarakat York, apakah ini karena London kota besar sehingga orang-orangnya terlalu cuek dengan sesama? Kota York sendiri masih merupakan “kampung”nya Inggris yang orang-orangnya masih suka saling tegur sapa, bila kita berpapasan dengan bule di York, jangan heran kalau mereka menyapa atau sekedar memberi kita senyuman manis, ah ini yang nantinya akan dikangeni dari kota York.

Stasiun di London sendiri tidak semua “ramah” terhadap stroller bayi, posisi trem nya pun berada di underground alias bawah tanah. Dan sayangnya tidak semua stasiun ada lift untuk sampai naik keatasnya. Karena udara sudah dingin sekali, akhirnya diputuskan Carry Cot Malaika tetap dibawa, plus sling atau nama simple nya “gendongan depan”  juga wajib dibawa serta, hal ini trik untuk memudahkan kami nantinya selama berjalan-jalan disana, takut-takut kalau Malaika bosan di stroller maka, bisa dipindahkan ke sling nya tersebut.

Hecticnya kota London terasa pada hari pertama kedatangan kami. Saat berada di salah satu stasiun underground dengan membawa stroller yang lumayan berat aku dan suami harus membopong naik turun tangga stasiun, dengan kondisi orang-orang disekitar tetap saja berjalan dengan tergesa-gesa seperti ntah tidak bisa atau tidak mau memberi kami jalan yang sudah keberatan mengangkat-angkat stroller, ditambah waktu itu juga sedang rush hours alias orang-orang baru pulang kerja (Malaika saat itu digendong dalam sling oleh ayahnya karena sudah mulai cranky). Pengalaman yang tidak bisa dilupakan, sehingga keesokan harinya kami meninggalkan kereta bayi Malaika di rumah saja.

Hari Pertama.

Senin 16 Des 2015. Jadwal kereta kami dari York menuju stasiun King’s Cross yaitu pukul 10 pagi. Menuju London dari York membutuhkan waktu kurang lebih empat jam perjalanan kereta. Bayi mungil kami Alhamdulillah selama perjalanan banyak tidur, terbangun hanya untuk minum ASI atau tukar popok. Perjalanan masih menyenangkan karena sudah tidak sabar melihat bagaimana sih kota London itu?

IMG_7783
Tidur yang nyenyak bayiku sayang^_^

Sesampainya di Stasiun King’s Cross hari sudah menunjukkan pukul 14.00 itu artinya sudah waktunya Malaika bayi mungil kami akan “makan siang”. Benar saja, dalam keadaan bawa tas berat, stroller yang berukuran besar, perut keroncongan karena selama di kereta baru diisi dengan selembar roti, kami harus sabar dulu untuk tidak melanjutkan perjalanan. Terlebih dahulu kami mencari tempat duduk yang pewe untuk aku memberi ASI kepada Malaika. Dengan mengandalkan nursing cover  yaitu penutup hampir seluruh badan ibu untuk menyusui, Alhamdulillah aku bisa dengan leluasa dimana saja dan kapan saja tanpa malu memberi ASI kepada bayi di tempat umum. Inipun merupakan tips lainya dalam travelling with baby. Waktu itu tidak mudah mencari nursery room alias ruang untuk menyusui di stasiun yang sebesar itu.

Hari telah menunjukan pukul tiga sore, Malaika masih minum ASI, akhirnya suami membeli makanan untuk kami mengisi perut. Salah satu makanan yang recommended untuk dibeli selama di London. Nama restorannya Wasabi yang menjual makanan Jepang, seperti rice box yang beraneka macam isi lauknya, ada Salmon, Chicken Curry, Tofu Curry, Sushi, dan banyak menu menarik lainnya untuk dicicipi, tentu masih dengan harga yang lumayan terjangkau.

IMG_8112
one of my fav “Tofu Curry”

Enaknya di Inggris khususnya kota-kota besar salah satunya London, walau kita diluar negeri, tampaknya kebutuhan akan makanan halal sudah mulai disadari penjual makanan disana dengan banyaknya restoran Halal yang tersedia. Bila sudah kepepet dan kita tetap ingin makan makanan halal tinggal lihat logo “V” yang tertera pada menu makanan atau dalam bungkus makanan yang ada. “V” singkatan dari Vegetarian, artinya pada makanan tersebut tidak terkandung makanan seperti babi atau sejenisnya, hal yang membuat lega kaum muslim pastinya 🙂

Akhirnya si bayi mungil kami Malaika sudah puas minum ASI. Saatnya mencari tempat penginapan kami untuk menaruh barang-barang dan sekedar melepas lelah karena hari sudah mulai sore. Untuk menghemat pengeluaran, tentu saja kami mencari penginapan dengan harga miring. Alhamdulillah kami dapat tempat di Wisma Siswa Merdeka yang biaya menginap semalam hanya £27. Walau begitu kondisi kamar dan Wisma tersebut tetap bagus, bersih, dan kamipun dapat kamar dengan ukuran besar (terdapat tiga ranjang ukuran single bed).

IMG_7895
a little bit pose in front of Wisma Siswa Merdeka, London 😉

Hari pertama kami tidak sempat kemana-mana karena sampai di penginapan hari sudah gelap, maklum karena sedang musim dingin jadi siang begitu singkat, malam hari terasa sangat panjang, pukul 16.00 saja hari sudah gelap. Makan malam pun kami take away dari restoran Chicken Cottage, salah satu resto halal lainnya terletak tidak jauh dari Wisma Merdeka yang menjadi tempat makanan suami kalau ke London.

Hari Kedua di London

Selama di London, transportasi publik yang lebih sering kami gunakan yaitu kereta  bawah tanah (underground). Dengan menggandalkan kartu oyster (semacam kartu pas isi ulang untuk naik kereta underground) kami bebas berjalan-jalan kesana kemari melihat-lihat keindahan bangunan khas yang dimiliki London, arsitektur bangunan tinggi yang unik dengan kesan mewah dan elegan.

Karena inti dari perjalanan kami adalah pengurusan pasport Malaika, maka hari kedua kami habiskan di KBRI London. Segala persyaratan untuk pembuatan paspor Malaika telah dibawa suami. Selain pengurusan paspor, aku dan suami juga “lapor diri” ke KBRI tentang kedatangan kami.

Untuk pengiriman paspor Malaika kalau sudah selesai nanti akan dikirim dengan menggunakan Post dan kami harus membeli postal order, yang berfungsi untuk membayar pasport dan akte lahir seharga £30 di post office sekitar. Kami pun harus membuat pas photo Malaika untuk ditempel di paspor nya.

IMG_7854
Muka bete si sayang musti photo padahal sebelumnya lagi tidur nyenyak 😀
IMG_7847
Post Office yang selalu ramai

Untuk mempermudah perjalanan, selama travelling kami lebih banyak menggunakan sling dan Alhamdulillah Malaika pintar sekali selama perjalanan selalu tertidur, mungkin kalau tidak dibangunkan untuk minum ASI atau tukar diapers, ia akan tetap saja tidur, hehe. Karena anaknya tidak rewel jadi selama perjalanan aku bisa menikmati pemandangan kiri kanan kota London.

IMG_7844
Di kereta Underground (Malaika nyenyak bobo’ di Sling)

Tips penting lainnya yang menurutku harus selalu dilakukan Ayah dan Bunda kepada bayinya, salah satunya saat akan berpergian, agar bayi tidak rewel, ajaklah ia berkomunikasi jauh hari sebelumnya. Ntah ia paham atau tidak, katakan setiap hal yang akan Ayah Bunda lakukan dan harapkan kepada sang bayi. Misalkan jauh hari sebelum berpergian, aku dan suami selalu berkata kepada Malaika “Nak.. Senin depan kita mau ke London ya sayang, mau ngurus Paspor Malaika, Malaika jangan rewel selama perjalanan ya Nak, anteng ya Sayang di jalan, Malaika pintar…”.

Setelah selesai segala proses pengurusan Paspor Malaika, saatnya makan siang! Dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari KBRI London, kami sampai di Oxford Street. Aku menjumpai Lautan Manusia disana! dikarenakan ketika itu sudah masuk libur musim dingin dan libur Natal, ditambah Oxford Street sendiri merupakan salah satu pusatnya kota London, alias berjejeran toko-toko branded yang banyak menjual segala macam kebutuhan, mulai dari Fashion, makanan, semua ada!

IMG_7855
at Oxford Street, background nya si “double decker”
IMG_7863
Crowded
IMG_7866
Oxford Street

Hari sudah mulai gelap sudah saatnya balik ke penginapan. Namun kami tetap menyempatkan diri sebentar untuk melihat Big Ben pada malam hari 🙂

 

IMG_7877
Big Ben di kala senja:)

HARI KETIGA

Bersyukur kami agak lama berada di kota London. Karena keterbatasan tenaga dan waktu juga kondisi membawa bayi mungil jadi dua hari kemarin kami tidak mau terlalu diforsir berpergian kesana-kemari. Akhirnya hari ketiga inilah kami bisa benar-benar full dari pagi sampai malam mengililingi kota London yang sebagian besar kami singgahi tempat-tempat “wajib kunjung” selama disana dengan berjalan kaki!

Bermula dari salah turun stasiun kereta underground, menyebabkan kami selanjutnya kebanyakan berjalan kaki, benar-benar seru dan bahagia sekali rasanya. Selain itu bisa melihat bagaimana fashionable-nya para pekerja kantoran yang berlalu lalang di sepanjang jalanan kota London. Lalu ada moment harus beri ASI Malaika di tangga stasiun dan di taman kota karena kami tidak menemukan nursery room dan Malaika-nya  sudah keburu haus, Alhamdulillah ada penyelamat si nursing cover. Sebelum balik ke penginapan kami juga sempat singgah ke Bayswater untuk slametan kelulusan uwa Didien, yeayy makan-makan!

Anw, Terima kasih Ayah, terima kasih Malaika, Alhamdulillah untuk pengalaman beberapa hari yang super membahagiakan ini^_^

IMG_7899
Enter a caption
IMG_8092
London Bridge dari kejauhan, waktu salah turun stasiun niyh^^

 

IMG_8108
London Bridge, potonya musti di edit deh, hehee maklum gak bawa tongsis 😀
IMG_7906
a castle near the thymes river
IMG_7935
Traffic Jam
IMG_7954
London Eye dari kejauhan
IMG_8008
yeayy ^_^
IMG_8023
WestMinster Abbey, tempat nikahanya William and Kate 😀
IMG_8061
Buckingham Palace, kediaman Ratu Inggris 🙂

HARI KEEMPAT

Saatnya kembali ke kota York tercinta. Sampai ketemu London dilain kesempatan!

IMG_8124
King’s Cross Station
IMG_7815
Platform 9 3/4
Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s