Pengalaman Melahirkan Anak Pertama di York, England

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah ada kesempatan disela-sela bayiku tertidur untuk sharing beberapa pengalaman kembali di blog ini. Teringat tulisan terakhirku mengenai perjalanan panjang bersama suami menuju negeri Britania Raya, ketika aku dalam kondisi hamil besar dapat dilihat disini.

Kurang lebih dua minggu setelah posting tulisan tersebut Alhamdulillah bayi mungil kami lahir ke dunia dengan proses induksi. Pengalaman luar biasa bagiku dan suami. Ketika itu Malaika, begitulah panggilanya, menurut dokter disini musti segera “dilahirkan”. Karena dari pantauan dokter saat tes USG berat badanya tidak bertambah dalam kurun waktu dua minggu…

Hasil dari konsultasi tersebut akirnya diputuskan oleh dokter bahwa pada tanggal 14 Oktober (seminggu setelah konsul) proses induksi harus segera dilakukan untuk melahirkan bayi mungil kami. Menurut dokter apabila bayi kami tetap dipertahankan di dalam maka takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Perkiraan dokter saat itu bayi kami dalam kandungan beratnya tidak sampai 2,4kg.. Inalillah..

Sebagai orangtua baru membuat saya dan suami sedikit termenung dengan pernyataan dokter. Yang mana artinya bayi kami “musti dilahirkan” lebih cepat dua minggu dari perkiraan semula, sekitar 38 minggu lebih empat hari usia kehamilanku ketika itu.

Namun Alhamdulillah semua berjalan lancar. Hari Rabu tanggal 14 Oktober 2015 sesuai appointment yang sudah dibuatkan oleh dokter, aku masuk rumah sakit.

Sekitar pukul 9 pagi aku ditemani juga dengan Papa Mertua dan dua orang teman beliau (om Ton dan om Wis) ikut mengantarkan ke York Hospital. Saat itu suami baru bisa datang ke rumah sakit sekitar pukul 11 siang.

Kehadiran Papa Mertua membuat kami sedikit lega dan bahagia. Tentu merupakan dukungan moril bagiku dan suami karena ada anggota keluarga yang alhamdulillah bisa menemani kami.

Dengan kondisi jauh dari keluarga, kehamilan besar musti naik pesawat dengan perjalanan yang cukup panjang, lalu mendengar kabar dari dokter bayi kami dalam kandungan tidak bertambah berat badanya, hal itu itu membuat kami sangat cemas dan banyak berharap serta memohon yang terbaik kepada Allah SWT.

KEHADIRAN ANGGOTA KELUARGA. Sedikit cerita tentang kehadiran Papa Mertua yaitu tepat malam sebelum aku harus masuk rumah sakit, Rabu 14 Oktober, untuk menjalani rangkaian proses induksi, Papa dan kawan-kawanya datang. Padahal tadinya Papa Mertua hanya akan berada di Inggris dari tanggal 13-16 Okt saja, akhirnya diputuskan untuk memperpanjang jadwal kunjungan beliau di York sampai 1 November 2015. Tidak ada yang kebetulan. Keputusan memperpanjang kunjungan beliau membawa berkah. Ternyata  sehari setelah kedatangan Kekprof, begitu Malaika memanggil beliau, aku harus diinduksi. Ya tidak ada yang kebetulan.. semua telah diatur Allah untuk Papa datang menemani kami melewati hari-hari pasca persalinanku. Beliau dengan sabar menunggui aku dan suami di rumah sakit. Sampai-sampai pasca melahirkan ketika aku dan Malaika sudah pulang ke rumah, Kekprof dengan baik hatinya memasakan kami makanan. Kondisi ku memang belum bisa terlalu banyak bergerak ketika itu karena bekas jahitan yang masih perih sehingga untuk  berjalan saja musti pelan-pelan sekali.

Cerita berlanjut.. akhirnya dengan ditemani suami, sekitar pukul 12 siang rangkaian proses induksi dilakukan. Dimulai dengan mencek detak jantung bayi kami dalam kandungan, kemudian Midwife memasukkan sebuah benda yang berisi gel dengan dosis rendah. Diharapkan dari gel tersebut dapat merangsang kontraksi, namun setelah menunggu selama 24 jam ternyata belum ada reaksi apa-apa.

Aku dan suami dikala itu masih sempat berkeliling Rumah Sakit dengan kondisi berjalan mesti hati-hati agar benda tadi tidak keluar atau bergeser posisinya. Allahuakbar..

Sekitar pukul 12 siang keesokan harinya tahapan induksi selanjutnya kembali dilakukan. Midwife memasukan kembali benda yang kemarin namun gel yang dimasukan dengan dosis yang lebih tinggi lagi dari hari sebelumnya. Sekitar sejam setelahnya aku mulai perlahan-lahan merasakan kontraksi.

Beberapa kali Midwife menanyakan apakah aku ingin menggunakan pain killer atau tidak. Aku menolak. Karena menurutku ini baru tahap awal dari rasa sakit yang aku rasakan, pastinya akan ada rasa sakit yang lebih luar biasa setelah ini.

Kembali pada pukul 19.00 dokter datang dan menanyakan bagaimana reaksi dari gel yang terakhir dimasukan. Sudah mulai terasa sakit tapi ritme nya masih belum terlalu sering. Ternyata pembukaan masih belum bertambah. Tahap selanjutnya dengan menggunakan alat yang berbeda kembali “ditembakan” gel dengan dosis yang lebih tinggi lagi. Mulai dari sinilah lama kelamaan kontraksi mulai terasa sering dan sakitnya makin lama makin hebat terasa. Sekitar pukul 10 atau 11 malam air ketuban ku pecah.

PAIN KILLER. Ada beberapa pain killer yang bisa aku gunakan yaitu alat yang berbentuk seperti oksigen  yang dihirup, Epidural yang disuntikan pada tulang belakang dan ada juga pain killer dengan mandi air hangat di bath tub kamar. Jadilah semenjak mulai sering terasa sakitnya aku berendam air hangat. Dengan setia suami berulang kali mengisi bath tub dengan air hangat agar aku bisa berendam di dalamnya. Antara pukul 9 malam sampai pukul satu malam ada mungkin sekitar tiga kali aku berendam air hangat, untung saja tidak sampai masuk angin..

Selama proses kontraksi yang sudah terasa sakit aku masih sempat berjalan-jalan keluar hanya untuk bertanya dengan midwife apakah aku mampu melewati rasa sakit yang luar biasa terasa ini. Karena pain killer tidak mempan sama sekali. Semenit terasa sakit yang luar biasa, pinggang rasa mau copot namun menit selanjutnya sakitnya hilang, dan begitu terus berulang-ulang.

Yang teringat diantara sakit itu adalah segala dosa selama ini. Apalagi dosa sama orangtua terlebih Mama. Tak terbayangkan bagaimana beliau menahan rasa sakit selama persalinan untuk melahirkanku dulu yang mana kala itu aku merasakanya juga.

Alhamdulillah diantara rasa sakit yang hebat dengan kecanggihan teknologi bisa menelepon Mama yang ada di Indonesia. Walau hanya beberapa menit mendengar suara Mama sudah membuat hati ini sedikit merasa lega. Permintaan maaf dan mohon doa agar bisa lancar segala proses persalinan aku katakan kepada Mama via Whatsapp Call.

Sekitar pukul satu malam aku benar-benar sudah tidak tahan. Memohon kepada midwife untuk segera saja masuk ke ruang bersalin karena kontraksi yang luar biasa itu. Akhirnya midwife melakukan pengecekan dalam ternyata sudah perbukaan lima dan akhirnya aku diijinkan masuk ke ruang bersalin.

DI RUANG BERSALIN

Sebelum masuk ruang bersalin, kami harus merapihkan dan membawa ikut serta barang-barang yang kami bawa. Dengan sigap dan cepat suamiku memasukan barang-barang ku yang ada di dalam kamar ke dalam koper, setengah kalang kabut karena aku sudah terus-terusan merintih kesakitan.

Sesampainya di ruang bersalin waktu itu ada aku, suami, dan seorang midwife yang baik hati dan sangat sabar menangani proses persalinanku. Karena masih pembukaan lima jadinya aku belum bisa mulai “ngeden”. Prosesnya harus menunggu sampai pembukaanya lengkap, yaitu harus sampai permbukaan 10, kira-kira seperti itu pembahasaan ringanya.

Hari sudah menunjukan pukul enam pagi keesokan harinya tapi proses persalinan belum juga bisa dilakukan karena kontraksi nya masih belum sering, akhirnya midwife yang awalnya menemani ku musti ganti shift dengan midwife yang jaga pada hari berikutnya.

Aku, suami, midwife yang baru, dan seseorang midwife yang masih berstatus magang membantuku melakukan proses persalinan. Dengan sabar suami memberi semangat dan juga membantu memegang kaki ku selama proses persalinan berlangsung.

Di hitung-hitung aku mulai merasa sakit semenjak pukul 9 malam, namun baru mulai proses persalinanya sekitar pukul 8 pagi keesokan hari di tanggal 16 Oktober nya.. sekitar 11 jam merasakan sakitnya kontraksi dan membutuhkan waktu 35 menit dari pukul 8 pagi itu untuk memulai proses persalinanya, alias ngenden yang panjang. Subhanallah.. begitulah perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya dan benar saja semua itu terbayar setelah kehadiran sang buah hati kami yang bernama Malaika Ffion Rezki lahir ke dunia, tepat pukul 08.35 BTS pada hari Jum’at..

Alhamdulillah tak henti ucapan syukur aku dan suami haturkan kepada Allah.. Suamiku pun sempat memotong tali pusar bayi kami Malaika, tentu saja pengalaman yang baru baginya.

Bahagia tiada terhingga melihat buah hati kami sehat, tangisanya keras, dan anggota tubuh yang juga lengkap. Dan yang lebih membahagiakanya lagi berat bayi kami tidak sesuai dengan perkiraan dokter pada saat ia berada dalam kandungan. Walau mungkin masih tergolong kecil dibandingkan anak-anak bule disini tapi, Malaika lahir dengan berat 2,695 kg.. Alhamdulillah our tiny little girl so beautiful masyaallah..

IMG_4438
Malaika Ffion Rezki

ARTI DIBALIK NAMA

Malaika yang diambil dari bahasa Arab yang artinya Bidadari/Malaikat, FFion (dibaca: Effion) bahasa Welsh, dari Foxglove. Bunga yang menjadi tempat favorit lebah untuk menghasilkan madu dan Rezki agar dimudahkan rezekinya. Untaian nama yang indah menurutku.

Ada tiga hak anak yang harus dipenuhi oleh orangtuanya diantaranya: diberi nama yang baik, diberi ibu yang baik, dan diajarkan Alquran kepadanya. Semoga dengan permulaan nama yang baik maka baik jugalah keseluruhanya Malaika kelak.

Semoga bidadari/Malaikat kecil kami benar-benar memiliki “perangai” bagaikan Malaikat yang selalu patuh dan taat akan perintah Tuhanya Allah SWT. Dan lebah hanya akan  menghasilakan madu pada tempat yang bersih. Diharapkan Ffion benar-benar mampu “bersih” serta menjaga kesucian hati dan dirinya kelak juga banyak memberi kebermanfaatan bagi orang banyak kelak, Insya Allah.

HARI-HARI SETELAH MALAIKA HADIR DI DUNIA

Sebagai orangtua baru banyak hal yang harus aku dan suamiku pelajari. Mulai dari bagaimana cara menyusui yang benar, membedong bayi, memandikan bayi, memahami setiap arti dari tangisan bayi, dan banyak hal lainya lagi.

Untungnya suamiku termasuk suami siaga yang selalu setia menemani hari-hari merawat buah hati kami Malaika. Hal-hal baru mengenai tingkah laku bayi banyak kami dapatkan informasi salah satunya dari internet. Suamiku sangat rajin searching hal-hal penting mengenai bagaimana merawat bayi baru lahir. Termasuk bagaimana cara menyusukan bayi yang benar lalu memandikan baby born, suamiku mempelajarinya via Youtube, maklum kami yang jauh dari keluarga harus mampu struggling sendiri.

Walau midwife yang selama sebulan datang beberapa kali ke rumah untuk mengajari banyak hal kepadaku tetap saja ilmu-ilmu parenting harus selalu kami upgrade dan kami cari ilmunya.

Midwife Malaika yakni Carmel pun banyak mengajari hal-hal dalam merawat bayi. Tapi namanya orang bule mereka tidak akan mau memanjakan si Ibu, jadi sekali dicontohkan aku sudah harus bisa melakukanya sendiri.

Kira-kira seminggu setelah Malaika lahir, menurut Carmel bahwa Malaika sepertinya Jaundice atau kuning badan dan dapat terlihat pada bagian matanya. Sehingga paling lama perdua jam aku harus selalu memberi Malaika ASI. Dikarenakan di negeri Inggris ini cahaya matahari tidak sehangat di negara Indonesia, maka ASI merupakan satu-satunya pilihan untuk menghilangkan jaundice Malaika.

Dan untuk memastikan apakah Malaika benar-benar kuning dan apakah harus diberi semacam sinar di Rumah Sakit (solusi terakhir agar bayi tidak kuning) maka, ia harus diperiksa darah. Alhamdulillah dari hasil labor bayi kami tidak ada masalah apa-apa, hanya perlu dipantau terus dalam pemberian ASI untuk menghilangkan Jaundice/Kuning di tubuhnya.

Hari berganti Minggu setelah 40 hari Alhamdulillah Malaika sudah tidak kuning lagi, itu tandanya Midwife harus berganti alih ke Health Visitor yang datang untuk memantau Malaika di rumah. Tugas-tugasnya kurang lebih sama dengan Midwife.

IMG_6728
with lovely Carmel^^ (Midwife)

Di Inggris anak yang lahir disini akan dipantau terus oleh Health Visitor sampai ia berumur empat tahun dan mereka akan datang beberapa kali ke rumah kami. Tugasnya seperti menanyakan kabar si Ibu dan si Bayi. Memeriksa berat badan anak, menghitung tingginya yang mana semuanya itu akan dicatat pada Red Book.

IMG_9441
The Red Book

 

Buku Merah atau Red Book ini wajib dimiliki anak yang baru lahir dan tidak boleh hilang, karena berisikan informasi perkembangan anak mulai dari lahir. Untuk imunisasi nantinya pun Red Book juga harus dibawa. Mungkin semacam diary Bayi. Di dalamnya juga ada notes penting yang ditulis oleh Dokter, Midwife, dan Health Visitor mengenai perkembangan bayi dan si Ibu.

FAKTA MELAHIRKAN DI INGGRIS

Beberapa fakta melahirkan di Inggris:

1. Proses Persalinan dengan Midwife.

Ibu melakukan proses persalinan bersama dengan bidan yang sangat handal bukan dengan dokter. Yang melakukan pengecekan dan pemantauan pun juga dengan Midwife. Dokter disini  berfungsi sebagai pengambil keputusan terhadap tindakan lanjutan untuk si Ibu yang akan melahirkan anak. Juga dokter berperan memeriksa kondisi bayi yang telah dilahirkan.

2. Mengutamakan Persalinan Normal.

Para tim medis dokter maupun midwife sangat mengutamakan kesehatan ibu dan si bayi. Bila memang benar-benar tidak ada masalah yang serius terhadap ibu dan bayi maka akan sangat diusahakan untuk dilakukan persalinan normal.

3. Segala Proses Check Up sampai Persalinan ditangani oleh Midwife Wanita.

Hal yang membuat aku sangat lega yaitu segala proses pengecekan dan persalinan baik yg dibantu oleh bidan maupun dokter semuanya wanita.

4. USG Hanya Perlu Dua Kali Selama Kehamilan.

Sewaktu kontrol kandungan, yang mana dilakukan di sebuah klinik (Wenlock Terrace), bersama seorang Midwife, ia bertanya apakah aku sudah pernah Scan bayi atau lebih dikenal dengan USG, maka aku menjawab sudah pernah lima kali banyaknya sekali setiap bulan. Lalu ia tersenyum simpul, ia bilang sebenarnya scan bayi tidak perlu sesering itu. Di Inggris hanya perlu dua kali saja USG bayi. Kalaupun bayinya ada sedikit masalah, misalkan musti dipantau pertumbuhan berat badannya, baru butuh beberapa kali untuk melakukan USG, mungkin tiga kali sudah paling sering melakukan pengecekan tersebut.

5. Pelayanan dari hati.

Tenaga medis yang sangat ramah, sabar, dan melayani benar-benar dari hati. Sehingga aku khususnya yang membutuhkan dukungan moril sedikit merasa lega ditemani oleh para midwife yang setiap harinya berganti-ganti orangnya namun tetap sama “cara pelayananya”.

6. Self Service.

  • Mengenai makanan untuk pasien mungkin akan sangat berbeda dengan negara kita. Ibu hamil mengambil sendiri “jatah” makan untuknya. Baik itu pagi/siang/sore. Begitupun Ibu yang baru saja melahirkan kalau kondisinya sudah fit maka dia juga dipersilahkan mengambil sendiri makananya. Menandakan memang wanita hamil musti mandiri dan musti banyak bergerak.
  • Sewaktu masuk ruang bersalin, dalam keadaan menahan sakit, kamar yang beberapa hari aku tempati musti dikosongkan, alias suamiku saat itu musti beberes segala barang di kamar untuk dibawa ke ruang bersalin. Karena setelah melahirkan nanti aku sudah tidak ditempatkan di kamar tadi lagi. Tapi di kamar yang berisi beberapa ibu-ibu yang habis melahirkan. Waktu itu ada sekitar empat ranjang yang masing-masingnya dipisahkan dengan tirai. Disanalah ibu dan si bayi akan dipindahkan setelah dari ruang bersalin.
  • Perlengkapan selama menginap di rumah sakit mulai dari baju, sendal untuk di kamar, peralatan mandi, perlengkapan si bayi dan perintilan pribadi harus sudah dipersiapkan sendiri oleh si Ibu.

7. Tidak ada pemisahan ruangan antara Bayi dan Ibu.

Setelah melahirkan ibu dan bayinya tidak dipisah ruanganya sama sekali. Jadi semenjak aku melahirkan Malaika alhamdulillah kami tidak pernah terpisahkan. Tidak perlu masuk ruangan bayi untuk bayi yang memang kondisinya baik.

8. Pasien tidak perlu berlama-lama di Rumah Sakit.

  • Untuk ibu hamil yang tidak ada riwayat di induksi sepertiku, baru boleh masuk rumah sakit atau masuk ruang bersalin dengan kondisi sudah sering terasa kontraksi. Kalau masih pembukaan awal tidak ada cerita ibu hamil tinggal atau tidur-tiduran di kamar pasien. Temanku orang Indonesia yang melahirkan awal Januari 2015 musti pulang kembali ke rumahnya karena pembukaanya baru sedikit sedangkan beliau sudah pecah ketuban. Ya begitulah disini.. kalau tidak ada kasus serius sepertiku yaitu harus melakukan rangkaian induksi ya tidak perlu menginap berlama-lama di rumah sakit.
  • Ibu yang habis melahirkan normal beberapa jam setelahnya bila tidak ada masalah serius seperti pendarahan atau lainnya sudah boleh pulang ke rumahnya bersama si bayi. Untuk kasus ku ketika itu harus menginap semalam lagi di RS karena aku ada alergi obat, mataku sempat sembab membesar sebesar bola kiri dan kanan. Tim dokter baru mengijinkanku pulang keesokan harinya setelah semua clear atau tuntas. Ibu dan bayi pulang ke rumah harus dalam keadaan sehat.

9. Biaya persalinan yang Gratis.

Seluruh biaya persalinan gratis. Mulai dari kamar tempat aku menginap yang menurutku termasuk ruangan VVIP karena ada bath tub nya, makanan pasien, pain killer atau obat-obat lainya, segalanya gratis. Hanya bagi foreigner musti membayar health insurance diawal kedatangan ke Inggris yang menurut kami tidak sebanding dengan pelayanan yang terbaik yang kami dapatkan selama berada di York sampai saat ini. Untuk Imunisasi Malaika nantipun sudah ada jadwalnya dan tentu saja free of charge.

9. Konsultasi dengan Midwife dan Health Visitor.

Sedikit flashback, sesampainya di York aku langsung mendaftarkan diri untuk menemui midwife dimana kondisiku pada waktu itu sudah hamil besar. Sehingga dilakukanlah pengecekan rutin sekali dua minggu dengan midwife di Klinik Wenlock Terrace ketika itu. Dengan midwife bernama Carmel. Carmel jugalah yang nantinya akan membantu banyak hal terhadap diriku yang baru melahirkan bayi. Para Midwife disini akan langsung datang ke rumah para “Ibu baru” sehari setelah si Ibu pulang dari RS bersama bayinya.

Kedatangan Midwife berlangsung selama beberapa kali selama sebulan dan setelah itu dialih fungsikan tugasnya kepada seorang Health Visitor yang datang ke rumah kami. Rossi namanya. Ia pun datang sekitar beberapa kali ke rumah kami.

Para bayi yang lahir di Inggris akan dipantau oleh seorang Health Visitor sampai ia berumur empat tahun. Beberapa waktu yang lalu aku dikirimi surat undangan dari Health Visitor untuk menghadiri pertemuan mengenai penyuluhan terhadap bayi yang akan melakukan MPASI karena Malaika telah berumur tiga bulan saat ini. Tentu saja untuk bekal proses MPASI nanti pada usia enam bulan.

10. Benefits

Salah satu benefits yang akan diperoleh bayi yang lahir di Inggris adalah biaya sekolah yang gratis mulai dari mereka berumur 3 tahun (di Indonesia seperti Playgroup) sampai nantinya berumur 16 tahun (setara dengan SMA).

11. Akte Lahir 

Ada peraturan bagi bayi yang baru lahir untuk segera mengurus pembuatan Akte Lahirnya. Apabila lewat dari 40 hari maka akan dikenakan denda dalam hitungan poundsterling yang tidak sedikit jumlahnya. Hal tersebut diperkuat untuk pendaftaran Imunisasi salah satu persyaratanya Akte Lahir anak sudah harus ada. Pembuatan Akte ini hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja sudah jadi. Benar-benar cepat dan akurat cara kerjanya.

IMG_4440
Malaika baru berumur Nol Hari ^_^
IMG_6049
Malaika with her first love (Ayah Jahen)
IMG_6032
Proud Grandpa (lovely KekProf)
IMG_6236
Alhamdulillah Nekni, Nekci, Atuk, Mama Didis, Mak Itam, Mak Utih, Uni Haura, Kk Halwa melangsungkan acara Aqiqah di Kampung Malaika Padang 🙂
IMG_6310
Kamipun di York sempat mengadakan syukuran di rumah, om tante mahasiswa pada datang berkunjung^_^
IMG_6911
Malaika 1 Bulan^^
IMG_7432
Bayi mungil kami perlahan tumbuh besar dan sudah banyak gaya nya kalo di photo 🙂
IMG_7126
Malaika kecil mulai beradaptasi dengan musim dingin di York
IMG_8575
York Hospital mengingatkanku pada 16 Oktober 2015, kelahiran putri kecil kami Malaika
IMG_7790
Bayi Sholehahku bertambah umurnya (Malaika 2 Bulan)
IMG_7559
Kami yang Berbahagia^_^
IMG_9345
dan inilah Malaika sekarang (3month old baby girl), cintaku yang dulu mungil sekarang tumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan, alhamdulillah 🙂

 

Advertisements

4 Comments

  1. Percaya ga kak baca nya pengen nangis. Betapa banyak rahmat yg dikasi Allah unk kk abang dan malaika. Semoga keberkahan dan kesehatan selalu diberikan kepada keluarga kecil ini hehe. Aamiin

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s